Jalan Malioboro Jogja

Wisata Belanja dan Sejarah di Jalan Malioboro Jogja

Posted on

Ketika liburan ke jogja, pasti akan berkunjung ke malioboro. Malioboro menjadi salah satu ikon kota jogja. Disini anda bisa belanja berbagai barang dengan harga murah meriah. Anda juga bisa berburu makanan yang enak dan murah. Setiap musim liburan, jalan malioboro akan dipenuhi banyak wisatawan. Kini malioboro mulai berbenah, untuk bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman bagi wisatawan. Salah satunya dengan menghilangkan semua parkir liar di pinggir jalanyna. Mari kita membahas dengan lengkap semua hal tentang malioboro.

Sejarah Jalan Malioboro Jogja

Banyak orang yang tahu malioboro, tapi tidak banyak orang yang tahu sejarah malioboro. Ketika mendengar kata malioboro, hanya terpikirkan kata makanan, belanja, musik jalanan dan lainnya. Namun ada sejarah yang menarik dari jalan ini. Malioboro sudah ada sejak zaman dulu kala. Pertama kali dibangun sekitar tahun 1750-an. Nama malioboro sendiri berhubungan dengan nama kota jogja.

Nama asli jogja adalah ngayogyakarta. Nama tersebut terinspirasi dari nama kerajaan di dalam kitab ramayana yaitu ayodya. Orang jawa membaca nama tersebut dengan Ngayodya, sekilas terdengar seperti kata Ngayogya. Di dalam kitab ramayana, juga dijelaskan ada sebuah jalan utama yang terkenal. Jalan tersebut digunakan sebagai jalan utama untuk menyambut raja dan tamunya. Selain itu menjadi jalan penting di kota tersebut dan memiliki banyak berkah.

Nama jalan tersebut adalah Malyabhara. Menurut bahasa sansekerta, Malya artinya bunga dan bhara berasal dari kata bharin artinya mengenakan. Jadi bisa diartikan jalan tersebut artinya jalan yang mengenakan bunga atau jalan yang istimewa. Nama itu jugalah yang menginspirasi nama malioboro. Jalan tersebut dengan keraton yogyakarta dan menjadi jalan penting di kota jogja. Karena orang jawa mengucap huruf a menjadi o, maka kata malyabhara terdengar seperti malioboro.

Pertama kali dibangun, jalan malioboro tidak begitu ramai. Sampai akhirnya belanda, menjadikan jalan ini sebagai pusat kota yogyakarta. Untuk menyaingi keraton yogyakarta. Belanda membangun bentang vredeburg dan the dutch club di jalan ini. Benteng tersebut di bangun sekitar tahun 1800-an. Sejak saat itu malioboro semakin ramai. Karena dianggap strategis, belanda pun membangun rumah belanda di jalan tersebut.

Dapatkan paket wisata jogja murah di: https://www.kartanesia.com

Memang ada banyak sekali versi sejarah malioboro. Ada yang mengatakan nama tersebut berasal dari nama salah satu kolonial inggris Duke of Marlboro. Ada juga karena papan iklan rokok yang terpasang di jalan tersebut. Memang tidak diketahui sejarahnya, namun malioboro menjadi salah satu jalan penting di kota jogja.

Lokasi dan Rute Menuju Jalan Malioboro

Malioboro berada di Jl.Malioboro sosromenduran gedong tengen, daerah istimewa yogyakarta. Untuk menuju ke tempat ini sangat mudah. Anda bisa menggunakan angkutan umum atau angkutan pribadi. Apalagi sekarang banyak transportasi online yang akan mengantarkan anda dengan cepat,

  • Kendaraan pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, sesampainya di kota jogja, anda langsung saja menuju ke tengah kota. Bila anda dari daerah semarang, magelang dan sekitarnya. Sesampainya di perempatan monumen jogja kembali, ambil arah ke kiri. Lurus hingga tugu jogja, dari tugu jogja jalan lurus menuju jalan margo utama. Disana anda langsung melihat area malioboro.

Jika anda dari klaten, solo dan sekitarnya. Langsung lurus menuju ke arah kota melalui jalan solo jogja. Lurus terus hingga perempatan gramedia. Belok ke kiri ke arah stadion mandala krida. Ambil arah ke kiri menuju ke malioboro.

  • Kendaraan umum

Selain menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan kendaraan umum. Kalau dari bandara bisa langsung naik trans jogja jurusan ke mailioboro. Begitu juga bila naik dari terminal jombor. Anda bisa naik bus trans koridor 2A dan 2B. Nanti turun langsung di halte malioboro. Biaya yang dikeluarkan sangat murah meriah dan tidak perlu gonta ganti angkutan

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Jalan Malioboro

Untuk masuk ke jalan malioboro tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Bahkan masuk ke benteng vandeburg pun tidak dikenakan biaya. Untuk jam operasionalnya, buka setiap hari kecuali selasa wage. Selasa wage semua pedagang tidak berjualan, semua toko tutup. Karena pada hari itu digunakan untuk bersih-bersih malioboro.

Pedagang kaki lima di malioboro buka dari jam 9 pagi sampai 22 malam. Sedangkan pedagang di pasar bringharjo buka dari subuh untuk toko tertentu. Saat malam hari ada banyak warung makanan yang berjualan dengan harga yang bervariasi. Jika ingin menikmati suasana maliboro yang sepi, datanglah pada hari selasa wage.

Fasilitas di Jalan Malioboro

Malioboro merupakan jalan umum, sehingga fasilitas yang diberikan sesuai kebutuhan umum. Sejak dilakukan perubahan fasilitas di malioboro semakin lengkap. Misalnya dengan dibangun toilet umum underground yang bersih. Kemudian tempat parkir motor yang luas, sehingga tidak ada parkiran liar lagi. Kursi-kursi taman yang nyaman di sepanjang jalan malioboro. Air minum yang bisa diambil langsung secara gratis. Mungkin nantinya akan semakin banyak fasilitas yang diberikan. Sehingga jalan malioboro bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman bagi wisatawan.

Kegiatan Seru Yang Bisa Di Lakukan di Jalan Malioboro

Ada banyak hal seru yang bisa anda lakukan disini. Dari pagi sampai malam hari, jalan ini tidak pernah sepi. Selalu ada hal menarik yang membuat kita ingin kembali ke tempat ini. Berikut ini beberapa kegiatan seru yang bisa dilakukan di malioboro.

  • Melihat Street Musician

Jogja adalah kota kesenian, ada banyak sekali seniman yang berasal dari indonesia. Saat malam hari, di malioboro ada banyak sekali musisi jalanan yang beraksi. Mereka berkelompok memainkan berbagai alat musik. Seperti angklung, gendang, gitar dan lainnya. Musik yang dinyanyikan pun bermacam-macam. Saat siang hari memang ada musisi jalanan, tapi jumlahnya tidak sebanyak malah hari. Anda bisa menonton gratis dna berjoget sesuka hati,

  • Menikmati Kuliner enak dan murah

Saat berkunjung ke malioboro, jangan lupa mencicipi kulinernya. Ada berbagai kuliner enak yang bisa anda coba. Siang hari, anda bisa mencicipi pecel atau sate di depan pasar bringharjo. Malam hari jumlah warung makanya semakin banyak. Ada bisa mencicipi gudeg jogja, ayam bakar, kopi jos dan masih banyak lainnya. Semua makanan enak dan harganya murah.

Tentunya masih banyak hal yang bisa anda lakukan di jalan malioboro. Jangan lupa untuk menikmati kopi dan nongkrong santai di angkringan kopi. Jika ingin mencari makanan yang hangat, jangan lupa mencoba wedang ronde yang enak. Yang paling penting berbelanja berbagai hal di sepanjang jalan malioboro. Ada tas, baju, sepatu, dompet, dan masih banyak lainnya. Jangan takut untuk menawar harga, supaya mendapatkan harga lebih murah. Nikmati keindahan kota pelajar ini dengan berjalan-jalan di sepanjang malioboro. Melihat keunikan dan keramahan budaya serta orang-orangnya.